You are currently viewing

Sanggau – MTsN 1 Sanggau kembali menunjukkan kualitas generasi mudanya dalam ajang dakwah tingkat pelajar. Pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama RI tingkat Kabupaten Sanggau yang digelar pada Minggu (16/11/2025) di Kantor Kemenag Sanggau, siswi MTsN 1 Sanggau, Lyna Lu’luatul Fuadah, berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara 1 Lomba Pildacil/Dai Cilik antar SMP/MTs. Dalam kompetisi ini, Lyna menyampaikan ceramah dengan mengangkat tema “Moderat Sejak Dini”, sebuah ajakan agar generasi muda menumbuhkan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Ia membawakan materi berjudul “Peran Moderasi Beragama dalam Membangun Perdamaian Dunia”, yang disusun dengan struktur kuat dan dihiasi contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan pelajar. Dengan suara yang tenang, artikulasi yang jelas, serta bahasa yang mudah dipahami, Lyna berhasil membuat para pendengar, baik juri maupun audiens merasakan bahwa pesan damai dapat disampaikan oleh siapa saja, termasuk oleh seorang dai cilik. Lyna menekankan bahwa dunia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Ia menyampaikan bahwa perdamaian tidak akan terwujud tanpa sikap saling menghargai dan memahami satu sama lain. “Tugas kita bukan mencari siapa yang paling benar, tetapi bagaimana kita bisa hidup bersama dengan penuh kasih sayang,” ucapnya dalam salah satu bagian ceramahnya. Penyampaian yang penuh ketulusan ini membuat Lyna tampil menonjol di antara para peserta lainnya.Tidak hanya Lyna, MTsN 1 Sanggau juga mengirimkan perwakilan lain, yaitu M. Nizam Pangestu. Meskipun belum meraih juara, Nizam memberikan penampilan terbaiknya dengan membawakan materi bertema “Menebar Kasih, Bukan Kebencian: Semangat Moderasi Sejak Muda”. Penampilan Nizam dinilai sangat menarik dan penuh akhlak. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan hanya konsep besar, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana seperti bertutur kata baik, membantu sesama, dan menjauhi permusuhan.Walaupun belum mendapatkan posisi teratas, Nizam menunjukkan perkembangan luar biasa. Keberaniannya berdiri di atas panggung, membawakan pesan dakwah yang penuh kedamaian, menjadi bukti bahwa ia tumbuh menjadi anak yang berani dan berhati halus. Para guru yang menyaksikan pun memberikan tepuk tangan hangat atas usaha dan kerja keras yang telah ia tunjukkan.

Guru pembimbing, Robi, menyampaikan rasa bangganya atas penampilan dua peserta didiknya. “Saya bersyukur dan sangat bangga. Lyna tampil dengan sangat matang. Pesan moderasi yang ia bawa begitu kuat dan mengalir. Ia mampu menyentuh hati tanpa perlu meninggikan suara. Sementara Nizam, meski belum mendapat juara, penampilannya tetap luar biasa. Ia menyampaikan dakwah dengan menarik. Bagi saya, itu adalah pencapaian besar,” ujar Robi. Ia juga menambahkan bahwa kedua siswa telah menunjukkan karakter yang selaras dengan nilai-nilai moderasi yang selama ini ditanamkan di madrasah. Kepala MTsN 1 Sanggau, Johansah, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini. “Saya mengucapkan selamat kepada Lyna atas prestasi yang diraihnya. Ia telah menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan sekadar teori, tetapi dapat disampaikan oleh anak seusianya dengan sangat indah. Untuk Nizam, saya ingin mengatakan bahwa kami semua bangga padamu. Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah proses belajar dan berkembang. Pesan kasih yang kamu sampaikan sudah mencerminkan akhlak seorang dai muda yang sesungguhnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Johansah menegaskan bahwa prestasi ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari ikhtiar MTsN 1 Sanggau dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, berwawasan luas, dan siap menjadi agen perdamaian. “Moderasi beragama adalah pilar penting dalam menjaga keharmonisan bangsa. Ketika nilai itu ditanamkan sejak dini, anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang siap membawa kedamaian, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tambahnya. Kehadiran Lyna dan Nizam dalam ajang ini, dengan tema yang sama-sama menekankan moderasi sejak muda, menjadi bukti bahwa siswa MTsN 1 Sanggau telah siap berdiri sebagai duta perdamaian. Prestasi dan pengalaman mereka diharapkan dapat menginspirasi siswa lain untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merawat keberagaman dan menjaga kerukunan. Dengan semangat dakwah yang damai dan narasi yang membangun, MTsN 1 Sanggau kembali menegaskan diri sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter. Pesan moderat sejak dini yang dibawa Lyna dan Nizam bukan hanya mengisi panggung lomba, tetapi juga menggema sebagai ajakan bagi semua siswa, bahwa perdamaian dimulai dari hati yang lembut, pikiran yang jernih, dan sikap saling menghargai. (Humas Tsanesa)

Leave a Reply