Perkuat Daya Kreatif dan Wawasan Budaya Pelajar
Sanggau – Dua siswa MTsN 1 Sanggau, Rafif Pra Caecio Kavi dan Tsamara Dhiya Inzyirah, menjadi peserta terpilih yang mewakili madrasah dalam Workshop Teater Pelajar Kabupaten Sanggau Tahun 2025, sebuah kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh Program Pengembangan Kebudayaan pada Sub Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 10–11 Desember 2025, bertempat di Aula Wisata My Dream Sanggau, dengan seluruh peserta memperoleh fasilitas akomodasi di Hotel Emerald Sanggau untuk menunjang kenyamanan dan intensitas latihan. Workshop ini dirancang untuk memberikan penguatan komprehensif pada kompetensi penyutradaraan, mencakup konsep dasar hingga praktik lanjutan. Peserta diperkenalkan pada teknik membaca dan menafsirkan naskah, penyusunan blocking panggung, pengelolaan ritme cerita, penciptaan emosi adegan, serta strategi komunikasi antara sutradara dan aktor agar tercipta pementasan yang utuh. Dalam sesi materi, narasumber memaparkan pentingnya peran sutradara sebagai “nahkoda pertunjukan”, yang bertanggung jawab memastikan setiap unsur—akting, musik, tata lampu, properti, hingga ekspresi artistik—dapat saling terjalin dan menyampaikan pesan secara efektif. Tak hanya menekankan aspek teknis seni pertunjukan, workshop ini juga bertujuan memperkuat literasi sejarah dan budaya lokal. Peserta diajak memahami bagaimana teater berperan sebagai medium pelestarian nilai-nilai tradisi, kearifan lokal, serta identitas masyarakat Sanggau. Melalui diskusi dan studi kasus, pelajar diperlihatkan bagaimana cerita rakyat, sejarah daerah, dan budaya lokal dapat diolah menjadi karya teater yang modern namun tetap sarat makna. Pendekatan ini menjadi sarana strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini sekaligus membangun karakter siswa yang kritis, peka, dan kreatif.

Dalam sesi praktik lapangan, Rafif dan Tsamara menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka ikut terlibat dalam simulasi penyutradaraan mini, mengarahkan teman-teman kelompok masing-masing untuk membentuk rangkaian adegan pendek. Keduanya belajar membuat konsep adegan, menentukan emosi tokoh, mengatur gerak panggung, dan memastikan setiap pemain memahami peran serta tujuan adegan. Selain itu, interaksi dengan peserta dari berbagai sekolah membuka wawasan baru sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan adaptasi—kompetensi penting dalam dunia teater maupun pendidikan karakter. Rafif dan Tsamara menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman mendalam yang sulit terlupakan. “Kegiatannya seru, menantang, dan memberi banyak pelajaran baru. Kami belajar bagaimana berdiri sebagai sutradara, mengambil keputusan kreatif, dan mengarahkan teman-teman dalam satu adegan. Rasanya menyenangkan sekaligus menambah percaya diri,” ujar keduanya dengan penuh kegembiraan.
Kepala MTsN 1 Sanggau, Johansah, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi kedua siswanya. Ia menilai workshop ini sebagai kesempatan emas untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas karakter pelajar.
“Kegiatan penyutradaraan teater seperti ini sangat relevan untuk membentuk siswa yang kreatif, percaya diri, dan memiliki kepekaan budaya. Kami bangga Rafif dan Tsamara dapat terlibat sebagai perwakilan madrasah. Semoga pengalaman ini menjadi pemantik semangat mereka untuk terus berkembang dan menebarkan energi positif bagi lingkungan madrasah,” tuturnya. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ade Zulkifli, turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pengembangan seni yang melibatkan siswa MTsN 1 Sanggau. Menurutnya, seni teater merupakan ruang pembelajaran yang sangat kaya karena menggabungkan aspek psikologis, sosial, budaya, dan intelektual secara bersamaan.
“Penyutradaraan teater melatih keberanian mengambil keputusan, kemampuan mengelola kelompok, serta kecermatan dalam membaca situasi. Ini semua adalah soft skill penting untuk masa depan siswa. Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menyediakan wadah pembinaan seperti ini. Semoga Rafif dan Tsamara terus mengembangkan potensi mereka dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” jelasnya. Dengan terselenggaranya Workshop Teater Pelajar Kabupaten Sanggau Tahun 2025, pemerintah daerah berharap muncul lebih banyak generasi muda yang memiliki keterampilan artistik sekaligus kepekaan budaya. Keikutsertaan Rafif dan Tsamara menjadi bukti bahwa pelajar MTsN 1 Sanggau siap mengambil bagian dalam perjalanan pemajuan kebudayaan daerah melalui seni teater yang progresif, kreatif, dan beridentitas kuat. (Humas Tsanesa)
